Jumat, 13 Maret 2015

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                           e-Renungan Harian
      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 14 Maret 2015
Bacaan : Ester 3:1-15
Setahun: Yosua 4-6
Nats: Sesungguhnya, orang bodoh dibunuh oleh sakit hati, dan orang
       bebal dimatikan oleh iri hati. (Ayub 5:2)

Judul:

                          MENGELOLA SAKIT HATI

   Adolf Hitler terlahir sebagai orang yang berpotensi menjadi
   pemimpin besar. Namun, ia dibesarkan oleh ayah yang menggunakan
   kekerasan dalam mendidik anak-anaknya. Ayahnya suka memerintah dan
   menuntut anaknya patuh. Hitler kerap bertengkar dengan sang ayah,
   yang tidak menyetujui keinginannya menekuni seni murni. Perlakuan
   sang ayah ini membuatnya sakit hati dan dendam, yang berpengaruh
   pada pilihan hidupnya kelak. Sebuah pilihan hidup yang pahit dan
   membuahkan kehancuran banyak orang.



   Di Alkitab, juga ada tokoh yang sakit hati, dengan respons yang
   berbeda-beda. Pertama, Haman dalam bacaan hari ini. Ia benci kepada
   Mordekhai karena tidak mau bangkit dan menghormatinya. Kemudian
   kebencian itu berkembang menjadi rencana pembunuhan massal terhadap
   bangsa Yahudi. Yang kedua, Hana, direndahkan oleh Penina karena
   mandul (1 Sam. 1:6-7). Ia sakit hati, namun tidak berpikir untuk
   menghancurkan Penina. Dengan hati yang pilu, ia memohon kepada Allah
   supaya diberi anak. Oleh kemurahan-Nya, Allah mengabulkan doa itu.
   Anaknya, Samuel, kemudian menjadi salah satu tokoh penting dalam
   sejarah Israel.



   Dalam kehidupan sehari-hari, kita perlu bersosialisasi dengan orang
   lain, entah itu keluarga, teman, atau tetangga. Dalam pergaulan itu,
   kita tidak dapat menghindar dari kemungkinan timbulnya gesekan yang
   bisa menyebabkan sakit hati. Kabar baiknya, kita bisa memilih cara
   meresponsnya. Daripada membalas perilaku orang lain yang telah
   menyakiti kita, mari kita berdoa dan mengoreksi diri. --Theofilus
   Yuli S /Renungan Harian

       SAKIT HATI BISA DATANG KAPAN SAJA, TETAPI YANG TERPENTING
                     IALAH BAGAIMANA RESPONS KITA.

e-RH Situs:                                  http://renunganharian.net
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2015/03/14/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
                       https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:                   http://alkitab.sabda.org/?Ester+3:1-15

   Ester 3:1-15

    1  Sesudah peristiwa-peristiwa ini maka Haman bin Hamedata, orang
       Agag, dikaruniailah kebesaran oleh raja Ahasyweros, dan
       pangkatnya dinaikkan serta kedudukannya ditetapkan di atas semua
       pembesar yang ada di hadapan baginda.
    2  Dan semua pegawai raja yang di pintu gerbang istana raja
       berlutut dan sujud kepada Haman, sebab demikianlah diperintahkan
       raja tentang dia, tetapi Mordekhai tidak berlutut dan tidak
       sujud.
    3  Maka para pegawai raja yang di pintu gerbang istana raja berkata
       kepada Mordekhai: "Mengapa engkau melanggar perintah raja?"
    4  Setelah mereka menegor dia berhari-hari dengan tidak
       didengarkannya juga, maka hal itu diberitahukan merekalah kepada
       Haman untuk melihat, apakah sikap Mordekhai itu dapat tetap,
       sebab ia telah menceritakan kepada mereka, bahwa ia orang
       Yahudi.
    5  Ketika Haman melihat, bahwa Mordekhai tidak berlutut dan sujud
       kepadanya, maka sangat panaslah hati Haman,
    6  tetapi ia menganggap dirinya terlalu hina untuk membunuh hanya
       Mordekhai saja, karena orang telah memberitahukan kepadanya
       kebangsaan Mordekhai itu. Jadi Haman mencari ikhtiar memunahkan
       semua orang Yahudi, yakni bangsa Mordekhai itu, di seluruh
       kerajaan Ahasyweros.
    7  Dalam bulan pertama, yakni bulan Nisan, dalam tahun yang kedua
       belas zaman raja Ahasyweros, orang membuang pur--yakni undi--di
       depan Haman, hari demi hari dan bulan demi bulan sampai jatuh
       pada bulan yang kedua belas, yakni bulan Adar.
    8  Maka sembah Haman kepada raja Ahasyweros: "Ada suatu bangsa yang
       hidup tercerai-berai dan terasing di antara bangsa-bangsa di
       dalam seluruh daerah kerajaan tuanku, dan hukum mereka berlainan
       dengan hukum segala bangsa, dan hukum raja tidak dilakukan
       mereka, sehingga tidak patut bagi raja membiarkan mereka
       leluasa.
    9  Jikalau baik pada pemandangan raja, hendaklah dikeluarkan surat
       titah untuk membinasakan mereka; maka hamba akan menimbang perak
       sepuluh ribu talenta dan menyerahkannya kepada tangan para
       pejabat yang bersangkutan, supaya mereka memasukkannya ke dalam
       perbendaharaan raja."
   10  Maka raja mencabut cincin meterainya dari jarinya, lalu
       diserahkannya kepada Haman bin Hamedata, orang Agag, seteru
       orang Yahudi itu,
   11  kemudian titah raja kepada Haman: "Perak itu terserah kepadamu,
       juga bangsa itu untuk kauperlakukan seperti yang kaupandang
       baik."
   12  Maka dalam bulan yang pertama pada hari yang ketiga belas
       dipanggillah para panitera raja, lalu, sesuai dengan segala yang
       diperintahkan Haman, ditulislah surat kepada wakil-wakil raja,
       kepada setiap bupati yang menguasai daerah dan kepada setiap
       pembesar bangsa, yakni kepada tiap-tiap daerah menurut
       tulisannya dan kepada tiap-tiap bangsa menurut bahasanya; surat
       itu ditulis atas nama raja Ahasyweros dan dimeterai dengan
       cincin meterai raja.
   13  Surat-surat itu dikirimkan dengan perantaraan pesuruh-pesuruh
       cepat ke segala daerah kerajaan, supaya dipunahkan, dibunuh dan
       dibinasakan semua orang Yahudi dari pada yang muda sampai kepada
       yang tua, bahkan anak-anak dan perempuan-perempuan, pada satu
       hari juga, pada tanggal tiga belas bulan yang kedua belas--yakni
       bulan Adar--,dan supaya dirampas harta milik mereka.
   14  Salinan surat itu harus diundangkan di dalam tiap-tiap daerah,
       lalu diumumkan kepada segala bangsa, supaya mereka bersiap-siap
       untuk hari itu.
   15  Maka dengan tergesa-gesa berangkatlah pesuruh-pesuruh cepat itu,
       atas titah raja, dan undang-undang itu dikeluarkan di dalam
       benteng Susan. Sementara itu raja serta Haman duduk minum-minum,
       tetapi kota Susan menjadi gempar.

Bacaan Alkitab Setahun:
         http://alkitab.sabda.org/?Yosua+4-6
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Yosua+4-6


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                 Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
           Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

  Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
      Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar